TASIK.TV – Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya berlangsung semarak pada Minggu (26/7/2026). Mengusung tema “Jayantara Priangan Timur” dengan subtema “Nyorang Mangsa Tasik Raharja”, rangkaian peringatan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal daerah.
Salah satu kegiatan yang turut memeriahkan perayaan tersebut yakni Festival Batik Sukapura yang dikemas melalui pagelaran fashion show di Gedung Bupati Tasikmalaya.
Dalam kegiatan tersebut, Demode Artist Management turut ambil bagian dengan menampilkan karya busana yang mengangkat Batik Sukapura sebagai identitas budaya lokal Kabupaten Tasikmalaya.
Pada fashion show kali ini, Demode mengusung konsep Ready to Wear X Deluxe, sebuah rancangan busana yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern dan elegan.
Koleksi tersebut menghadirkan dua busana, masing-masing untuk perempuan dan laki-laki, yang dirancang dengan menggabungkan motif batik sebagai identitas budaya Indonesia dengan siluet kontemporer.
Perpaduan tersebut menghasilkan busana dengan tampilan mewah, tetapi tetap mengedepankan aspek kenyamanan dan fungsionalitas sehingga dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun semi formal.
Untuk busana perempuan, Demode memilih warna marun yang merepresentasikan keanggunan, keberanian, dan kepercayaan diri. Sementara busana laki-laki didominasi warna biru yang menggambarkan ketenangan, kewibawaan, serta karakter yang kuat.
Kombinasi kedua warna tersebut menciptakan harmoni visual yang menggambarkan hubungan saling melengkapi antara karakter feminin dan maskulin.
Keunikan koleksi juga diperkuat melalui aksen kain batik yang ditempatkan secara asimetris. Detail tersebut menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus mempertegas nilai estetika dan karakter khas rancangan.
Material satin yang memiliki efek berkilau dipadukan dengan motif batik klasik sehingga menciptakan kesan eksklusif. Meski demikian, rancangan tersebut tetap mempertahankan konsep ready to wear deluxe yang mengutamakan fungsi dan kemudahan untuk dikenakan.
Tidak hanya dalam pagelaran fashion show, Demode Artist Management juga turut berpartisipasi dalam perancangan desain ikon untuk setiap dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang ditampilkan dalam kegiatan karnaval.

Pimpinan Demode Artist Management, Denny Suarghany, mengatakan keberadaan Batik Sukapura sebagai warisan budaya lokal harus terus mendapatkan perhatian dan dikembangkan agar mampu memiliki daya saing yang lebih luas.
Menurut Denny, kondisi Batik Sukapura saat ini seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi motivasi bagi para pelaku industri kreatif untuk terus melakukan inovasi dan membawa Batik Sukapura dikenal hingga tingkat dunia.
“Keterpurukan Batik Sukapura sebagai warisan budaya lokal Kabupaten Tasikmalaya saat ini harus dijadikan motivasi agar Batik Sukapura bisa mendunia,” kata Denny.
Ia berharap kegiatan yang memberikan ruang bagi pelaku industri kreatif, khususnya desainer lokal, dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
Menurut dia, semakin banyak ruang kreativitas yang dibuka, semakin besar pula peluang bagi para desainer untuk melahirkan karya-karya baru yang mampu mengangkat potensi budaya lokal Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dipertahankan dengan konsep-konsep yang lebih baik lagi, sehingga ruang berkarya bagi para desainer semakin terbuka lebar,” ujarnya.
Melalui Festival Batik Sukapura dan berbagai kegiatan kreatif lainnya, peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar terus berinovasi dan membawa potensi lokal menuju panggung yang lebih luas.









