News

DKKT Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Wali Kota Tekankan Peran Strategis Kebudayaan

13
×

DKKT Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Wali Kota Tekankan Peran Strategis Kebudayaan

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melantik jajaran pengurus Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) masa bhakti 2025–2030 di Aula Balekota Tasikmalaya, Rabu 31 Desember 2025.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran seni dan budaya dalam pembangunan daerah.

Acara pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, serta para tokoh dan pegiat seni budaya. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap upaya pelestarian kebudayaan lokal.

Dalam sambutannya, Viman menegaskan bahwa pelantikan pengurus DKKT bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut amanah yang diemban pengurus memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perubahan zaman.

Menurut Viman, DKKT memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pelestarian seni, tetapi juga melalui edukasi kebudayaan, peningkatan kesadaran publik, serta penanaman nilai budaya kepada generasi muda.

Viman juga berharap DKKT dapat berkembang menjadi ruang yang terbuka, aktif, dan produktif dengan menaungi berbagai komite kesenian dan kebudayaan. Kolaborasi yang sehat dinilai menjadi kunci agar seni dan budaya dapat terus tumbuh dan relevan.

“Kami berkomitmen mendukung ikhtiar kebudayaan melalui dialog dan sinergi. Seni dan budaya yang dirawat dengan baik akan memperkuat karakter masyarakat, memperkaya pendidikan, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis budaya,” ujar Viman.

Sementara itu, Ketua DKKT masa bhakti 2025–2030 Tatang (Pahat) Supriatna Sumpena menyampaikan kesiapannya memimpin organisasi tersebut dengan semangat baru. Ia menjelaskan bahwa DKKT kini mengalami transformasi penting, baik dari sisi nomenklatur maupun struktur organisasi.

Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya secara resmi menambahkan rumpun kebudayaan, sehingga berubah menjadi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya. Selain itu, struktur yang sebelumnya berbasis rumpun kini disesuaikan menjadi komite agar kerja organisasi lebih efektif dan inklusif.

Tatang menilai penambahan kata kebudayaan merupakan langkah penting untuk mengakomodasi para pegiat budaya yang selama ini belum terwadahi secara optimal. Ia menyebut sejumlah pegiat budaya telah bergabung dalam kepengurusan baru tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tatang juga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan DKKT, termasuk menjaga keberlanjutan dana hibah yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas seni dan budaya.

“Kami akan merangkul seluruh komunitas seni dan budaya di Kota Tasikmalaya agar lebih aktif berkontribusi memajukan kebudayaan daerah,” kata Pahat.

Menariknya, Tatang menutup sambutannya dengan berpantun. Melalui pantun tersebut, ia menyampaikan harapan agar hibah untuk DKKT tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran, sekaligus menyelipkan pujian kepada Wali Kota Tasikmalaya.

Di akhir acara, Wali Kota kembali berpesan agar pengurus DKKT menjalankan tugas dengan ketulusan, menjaga seni dan budaya dengan sepenuh hati, serta membangun kerja sama yang inklusif. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan warisan budaya tetap lestari sekaligus melahirkan kreativitas baru yang membanggakan Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *