TASIK.TV | Pengajian rutin kembali digelar di Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin 2 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kelurahan Panyingkiran itu diikuti puluhan warga dan berlangsung khidmat dengan suasana kebersamaan yang kental.
Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi pengajian. Kekompakan antara aparat kelurahan, kader PKK, pengurus RT dan RW, serta masyarakat menjadi ciri utama kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan tersebut.
Selain sebagai sarana peningkatan keimanan, pengajian ini juga menjadi wadah penguatan silaturahmi, gotong royong, dan sinergi positif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Kegiatan ini dinilai mampu mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mendukung program pembangunan lingkungan.
Maman Permana menyampaikan, kehadiran aktif aparat kelurahan dalam kegiatan pengajian menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah setempat dan masyarakat.
“Sinergi aparatur dan warga terlihat jelas. Pihak kelurahan, termasuk unsur kesejahteraan rakyat dan PKK, aktif hadir dan mendukung kegiatan ini. Warga pun bahu-membahu dalam persiapan acara, sehingga tumbuh semangat kebersamaan dan solidaritas sosial,” ujar Maman.
Ia menambahkan, pengajian tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai moral dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Melalui pengajian, kita membangun lingkungan yang harmonis, meningkatkan ketakwaan, sekaligus memotivasi kader, RT, RW, dan warga agar lebih aktif mendukung pembangunan dan pelayanan sosial,” kata dia.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada kader PKK agar senantiasa ikhlas dan sabar dalam melayani masyarakat.
Menurut Maman, kekompakan yang terbangun dalam kegiatan keagamaan akan berdampak positif pada solidaritas sosial, khususnya dalam membantu warga yang tengah mengalami kesulitan.
Senada dengan itu, Ketua RW 011 Kelurahan Panyingkiran, Burhanudin, mengatakan kekompakan antara warga dan pihak kelurahan dalam penyelenggaraan pengajian membawa dampak signifikan bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Kegiatan pengajian ini memperkuat solidaritas dan kerukunan warga. Suasana kekeluargaan semakin terasa, silaturahmi terjaga, dan komunikasi antara perangkat kelurahan dan warga menjadi lebih efektif,” ujar Burhanudin usai kegiatan.
Ia menjelaskan, pengajian rutin menjadi momen penting bagi warga untuk saling bertegur sapa, bertukar pengalaman, dan memberikan dukungan moral, sehingga mampu mengurangi sekat sosial di lingkungan.
“Nilai keagamaan yang ditanamkan melalui pengajian juga meningkatkan keikhlasan dan kesabaran warga. Dampaknya terlihat pada meningkatnya gotong royong dan kepedulian sosial, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.(Ryan)











