News

Dari Buku ke Diskusi, Komunitas Pelita Dorong Budaya Literasi Lewat Lapak Buku di SMA Al Kautsar

30
×

Dari Buku ke Diskusi, Komunitas Pelita Dorong Budaya Literasi Lewat Lapak Buku di SMA Al Kautsar

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Komunitas Pelajar Literasi Al Kautsar (Pelita) Tasikmalaya menggelar kegiatan lapak buku dan diskusi di SMA Al Kautsar Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 2 Februari 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang literasi bagi pelajar untuk mengembangkan budaya membaca dan berpikir kritis di lingkungan sekolah.

Lapak buku dan diskusi ini rutin dilaksanakan setiap awal pekan, tepatnya pada hari Senin setelah jam pelajaran selesai. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pelita sebagai upaya menghadirkan alternatif aktivitas edukatif di luar pembelajaran formal di kelas.

Salah satu pegiat Pelita, Dina Amelia, yang juga siswi kelas XII SMA Al Kautsar, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong pelajar agar lebih terbiasa membaca dan berdiskusi. Menurut dia, membaca buku dapat membantu siswa memperluas wawasan sekaligus melatih nalar kritis.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nalar kritis pelajar SMA Al Kautsar agar lebih mengetahui banyak hal melalui membaca buku,” ujar Dina.

Pada kegiatan kali ini, Pelita mengangkat diskusi bedah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) karya Tan Malaka.

Diskusi tersebut diarahkan sebagai refleksi atas gagasan Tan Malaka mengenai konsep negara Indonesia yang ditulis pada 1925.

Peserta diskusi terdiri atas perwakilan siswa dari kelas X, XI, dan XII. Melalui forum tersebut, para pelajar diajak memahami sejarah pemikiran kebangsaan sekaligus mengaitkannya dengan kondisi Indonesia saat ini.

Guru SMA Al Kautsar, Aldi Nurfadilah, menilai kegiatan lapak buku dan diskusi memiliki peran penting dalam pengembangan intelektual siswa, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Di era digital sekarang, pelajar sulit lepas dari gawai. Kegiatan seperti ini bukan hanya meningkatkan kapasitas keilmuan, tetapi juga membantu mengarahkan siswa agar lebih bijak dalam menggunakan handphone,” kata Aldi.

Ia menambahkan, pihak sekolah mendukung penuh setiap kegiatan positif yang digagas siswa. Menurutnya, konsistensi kegiatan literasi seperti lapak buku dan diskusi diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi lingkungan sekitar sekolah.

“Kami para guru sangat mendorong kegiatan positif seperti ini. Harapannya bisa terus berjalan dan memberi manfaat luas,” ujar Aldi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *