News

Gerakan Indonesia ASRI, Kepala DLH Tasikmalaya Pimpin Aksi Bersih Situ Gede

21
×

Gerakan Indonesia ASRI, Kepala DLH Tasikmalaya Pimpin Aksi Bersih Situ Gede

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, S.T., M.Si., menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan turun langsung membersihkan sampah di Objek Wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya.

Aksi tersebut dilakukan usai kegiatan bersih-bersih bersama yang digelar pada Jumat 6 Februari 2026.

Tak sekadar memberi instruksi dari balik meja, Sandi terlihat memegang sapu dan memungut sampah bersama jajaran DLH, TNI-Polri, komunitas penggiat lingkungan, serta masyarakat.

Kehadiran pimpinan DLH di lapangan dinilai sebagai bentuk teladan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif.

Didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, Sandi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil sesaat.

“Ini bukan hanya tentang memungut sampah hari ini, tetapi tentang menanamkan kesadaran, menjaga alam agar tetap asri, dan memastikan keindahan destinasi wisata kita tetap lestari untuk generasi mendatang.

Keindahan tanpa kebersihan adalah kerugian, dan pemimpin yang memberi contoh adalah teladan yang sesungguhnya,” ujar Sandi kepada awak media.

Sandi juga menyebut, gerakan bersih-bersih di kawasan wisata sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kebersihan, kerapian, dan penataan lingkungan sebagai kunci keberlanjutan pariwisata nasional.

“Pariwisata tidak akan bertahan jika destinasi kotor, kumuh, dan tidak terurus. Gerakan Indonesia ASRI menjadi panduan kami, termasuk dalam konteks Tasikmalaya Resik,” tegasnya.

Menurut Sandi, upaya tersebut juga menjadi bagian dari dorongan menuju konsep green tourism dan peningkatan kesadaran lingkungan yang lebih kuat.

Fokus pada kebersihan dan keindahan destinasi wisata, seperti Situ Gede dan objek wisata lainnya di Kota Tasikmalaya, harus terus digencarkan sesuai arahan pemerintah pusat.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, menambahkan bahwa sektor pariwisata tidak akan berkembang apabila lingkungan sekitarnya tidak terkelola dengan baik.

“Pariwisata tidak bisa maju jika lingkungannya kotor. Karena itu, penataan dan pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas. Gerakan kebersihan harus berangkat dari kebutuhan lokal dan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tindakan nyata yang terus didorong meliputi pengelolaan sampah yang benar, kegiatan kerja bakti rutin, serta penyediaan fasilitas pemilahan sampah organik dan non-organik.

Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung serta mencegah kerusakan alam.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *