News

Dari Sukapura untuk Nusantara, Padepokan Wiradadaha Gaungkan Pelestarian Budaya Sunda

84
×

Dari Sukapura untuk Nusantara, Padepokan Wiradadaha Gaungkan Pelestarian Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Upaya merawat dan melestarikan tradisi panahan buhun atau jamparing terus digelorakan di Tasikmalaya. Kegiatan latihan bersama yang melibatkan pemanah dewasa hingga anak-anak rutin digelar dalam wadah Jamparing Galunggung di Padepokan Wiradadaha Sukapura, yang berlokasi di kediaman Rd H Dicky Z Sastradikusumah.

Tradisi jamparing bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya Sunda yang sarat nilai filosofi dan spiritualitas. Melalui kegiatan ini, generasi muda diperkenalkan pada kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Sukapura.

Pimpinan Padepokan Wiradadaha Sukapura, Rd H Dicky Z Sastradikusumah, mengatakan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menyangkut praktik seni, tetapi juga menjaga jati diri dan identitas masyarakat.

“Melestarikan dan ngamumule silat buhun ‘maenpo ulin usik peupeuhan Sukapura’ merupakan bagian dari warisan karuhun Sukapura yang harus terus dijaga. Kami tidak hanya aktif di bidang panahan tradisional, tetapi juga dalam pelestarian berbagai unsur kebudayaan Sunda,” ujar Dicky saat ditemui di padepokan.

Menurut dia, Padepokan Wiradadaha Sukapura juga aktif mendukung dan memperkuat adat budaya Sukapura atau Tasikmalaya dengan menjalin komunikasi bersama tokoh budaya dan keraton di Jawa Barat. Sinergi itu terjalin dengan sejumlah pusat budaya di Banten, Sumedang, Cirebon, hingga Galuh Ciamis.

Dicky menuturkan, kiprahnya dalam memperjuangkan adat dan budaya tidak terbatas di Tasikmalaya. Ia mengaku terlibat dalam jejaring raja dan sultan Nusantara dari Aceh hingga Papua untuk bersama-sama menjunjung tinggi budaya tradisional Indonesia.

“Kami melakukan berbagai ritual adat sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya Nusantara. Selain itu, kami juga melakukan audiensi dengan dinas terkait, wali kota, DPRD, muspida, serta tokoh masyarakat untuk memperjuangkan adat budaya Tasikmalaya,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga rutin mengunjungi padepokan, sanggar, serta lembaga seni dan budaya lainnya guna memperkuat kolaborasi.

Rd H Dicky Z Sastradikusumah diketahui merupakan keturunan Raja Sukapura dari Dinasti Wiradadaha yang didirikan oleh Raden Ngabehi Wirawangsa atau Wiradadaha I. Dinasti tersebut memiliki keterkaitan historis dengan Kerajaan Mataram dan Sumedang. Penerusnya antara lain Raden Djajamanggala dan Raden Anggadipa hingga berlanjut pada masa Bupati Sukapura.

Di Tasikmalaya sendiri, terdapat sejumlah tokoh yang dikenal aktif memperjuangkan kebudayaan Sunda. Selain Rd H Dicky Z Sastradikusumah, nama Abah Anton dan Uyut Sani juga disebut sebagai figur yang konsisten menjaga nilai-nilai tradisi.

Dalam kesempatan itu, Dicky juga mengungkapkan kedekatannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengaku telah mengenal Dedi sejak masa kuliah dan sama-sama aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Saya sudah mengenal Kang Dedi sejak masih kuliah. Kami sama-sama aktif di HMI. Bahkan beliau pernah tinggal di Tasik dan melakukan pelatihan kader di sini,” ujarnya.

Melalui konsistensi kegiatan jamparing, silat buhun, serta berbagai agenda budaya lainnya, Padepokan Wiradadaha Sukapura berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi. Bagi Dicky, menjaga tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan memastikan warisan leluhur tetap menjadi bagian dari masa depan generasi muda.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *