TASIK.TV | Sejak 2018, hidup Ibu Ebah berubah total ketika suaminya, Bapak Aman, mengalami kecelakaan dan lumpuh.
Dari seorang ibu rumah tangga biasa, ia harus menjadi tulang punggung keluarga.
Dengan keuntungan hanya Rp500 per bungkus, ia berjalan kaki berkeliling kampung, menjual lauk pauk demi menyambung hidup.
Di tengah keterbatasan, ia tetap merawat suami yang terbaring dan memperjuangkan masa depan anak-anaknya.
Hingga akhirnya, secercah harapan datang melalui bantuan gerobak usaha dari DT Peduli.
Kini, perjuangannya masih berlanjut… tapi dengan harapan yang lebih besar.











