News

Air Keruh dan Sampah Plastik, Pelaku Wisata Keluhkan Kondisi Situ Gede

42
×

Air Keruh dan Sampah Plastik, Pelaku Wisata Keluhkan Kondisi Situ Gede

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kurangnya sistem penyaringan saluran air di Sungai Cibanjaran yang bermuara ke Objek Wisata Situ Gede diduga menjadi penyebab utama pencemaran perairan danau tersebut.

Limbah domestik hingga aktivitas industri kecil kerap terbawa aliran sungai dan mengotori kawasan wisata andalan Kota Tasikmalaya itu.

Kondisi tersebut diperparah dengan pernah mengeringnya aliran sungai pada musim kemarau, yang meninggalkan genangan air kotor dan endapan sampah.

Sungai yang kerap dijadikan tempat pembuangan akhir limbah rumah tangga, ditambah sistem penyaringan yang tidak memadai, membuat pencemaran di kawasan Situ Gede terus berulang.

Keluhan itu disampaikan Deni, penyewa jasa perahu di Situ Gede, saat ditemui awak media pada Jumat 6 Februari 2026. Ia mengaku kondisi air yang kerap keruh dan dipenuhi sampah berdampak langsung pada aktivitas wisata.

“Penyebab utama air Situ Gede kotor dan banyak sampah plastik, bambu, serta kayu adalah akumulasi limbah rumah tangga dan kurangnya kesadaran pengunjung membuang sampah. Padahal tempat sampah sudah disediakan Dinas Pariwisata, tapi masih banyak yang membuang sampah ke situ,” ujar Deni.

Menurutnya, pendangkalan dan penurunan debit air akibat musim kemarau panjang membuat sampah semakin terlihat dan air menjadi stagnan. Kondisi tersebut dinilai memperburuk kualitas ekosistem dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Keluhan serupa disampaikan Ade, salah seorang pedagang di kawasan Situ Gede. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat melakukan pembenahan, khususnya pada sistem penyaringan dan normalisasi Sungai Cibanjaran.

“Saya sebagai pedagang di Situ Gede, juga menyampaikan aspirasi dari para penyewa perahu, berharap pemerintah provinsi benar-benar menormalisasi sungai yang menuju Situ Gede supaya sampah rumah tangga dan sampah dari sumber lain bisa tersaring dan tidak masuk ke area wisata,” kata Ade.

Selain limbah domestik, pencemaran juga berasal dari aktivitas di sekitar danau. Sampah organik dan plastik dari warung makan di bibir danau serta pengunjung kerap menggenang di perairan. Kurangnya pengawasan dan pengelolaan kawasan, termasuk penataan warung makan, turut memperparah kondisi kebersihan danau.

Tak hanya itu, aktivitas pertanian dan penggunaan lahan secara intensif di sekitar kawasan Situ Gede juga disebut berkontribusi terhadap penurunan kualitas air. Aliran limbah dan sedimentasi dari area tersebut mempercepat pendangkalan dan menurunkan daya dukung lingkungan.

Masyarakat berharap adanya kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi untuk memperbaiki sistem penyaringan sampah, meningkatkan pengawasan, serta melakukan normalisasi sungai secara berkelanjutan agar Situ Gede tetap layak sebagai destinasi wisata dan ruang publik yang bersih.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *