TASIK.TV | Polres Tasikmalaya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 di Lapangan Hitam Polres Tasikmalaya, Kamis 12 Maret 2026.
Apel tersebut menandai dimulainya operasi pengamanan Hari Raya Idulfitri yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan upaya pengamanan terpadu untuk memastikan masyarakat dapat menjalani mudik hingga arus balik Lebaran dengan aman dan lancar.
Menurut Wahyu, operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari dengan fokus utama pada pengamanan arus lalu lintas, kegiatan keagamaan, serta aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang dan setelah Idulfitri.
“Operasi ini merupakan tugas bersama, tidak hanya kepolisian tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik hingga kembali setelah Lebaran,” ujar Wahyu.
Selain pengamanan arus lalu lintas, aparat juga akan memberikan pengamanan pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, termasuk Salat Idulfitri yang dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Polres Tasikmalaya menurunkan sebanyak 650 personel gabungan. Rinciannya terdiri dari 270 personel kepolisian, 100 personel TNI, 50 personel dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, serta sekitar 230 personel dari berbagai instansi lainnya.
Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga kemungkinan terjadinya bencana di jalur mudik.
Wahyu menjelaskan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur mudik yang melintasi wilayah Tasikmalaya, termasuk lokasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun gangguan lalu lintas.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah jalur Tapal Kuda di Kecamatan Salawu yang dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan dan bencana alam. Di kawasan tersebut disiapkan pos pengamanan sekaligus tim tanggap bencana untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan di wilayah selatan Tasikmalaya, seperti Kecamatan Cipatujah. Di kawasan tersebut, petugas akan disiagakan di Pos Pasanggrahan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan maupun kondisi darurat selama masa mudik.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni, menyatakan bahwa pengamanan Lebaran merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya serta berbagai instansi terkait guna memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik, dapat berjalan dengan baik.
“Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat, terutama para pemudik, dapat berjalan optimal,” kata Roni.
Ia menambahkan sejumlah perangkat daerah turut dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, di antaranya Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Melalui sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.











