TASIK.TV | Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, H. Yadi Mulyadi, SH, menekankan pentingnya perencanaan yang terukur dan berdampak nyata dalam Forum Perangkat Daerah RKPD Tahun 2027 bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan dan pariwisata yang digelar di Gedung Creative Centre Tasikmalaya, Senin 23 Februari 2026.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya itu hadir langsung dalam forum yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya. Ia menilai forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Forum seperti ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk memastikan setiap rupiah anggaran memiliki output dan outcome yang jelas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pemuda, prestasi olahraga, pelestarian budaya, serta penguatan sektor pariwisata,” ujar Yadi.
Menurut dia, sektor kepemudaan harus menjadi perhatian serius karena generasi muda merupakan aset pembangunan jangka panjang. Ia mendorong agar program pengembangan kapasitas pemuda tidak berhenti pada pelatihan seremonial, melainkan diarahkan pada penguatan kewirausahaan, literasi digital, serta ruang-ruang kreativitas yang berkelanjutan.
Di bidang olahraga, Yadi menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara sistematis dan berjenjang. DPRD, kata dia, siap mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan prestasi sekaligus pengembangan sport tourism yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang pembinaan karakter dan peluang ekonomi. Event-event olahraga harus dikemas profesional agar mampu menarik partisipasi luas dan mendongkrak citra Kota Tasikmalaya,” katanya.
Sementara pada sektor kebudayaan, Yadi menegaskan pentingnya menjaga warisan lokal di tengah arus modernisasi. Ia mendorong agar pelestarian cagar budaya, seni tradisional, dan sejarah daerah dibarengi inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan edukasi.
Menurut dia, kebudayaan dan pariwisata memiliki keterkaitan erat dalam memperkuat identitas daerah. Oleh karena itu, peningkatan kunjungan wisata harus dibarengi dengan kesiapan destinasi, kualitas pelayanan, serta dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif lokal.
Yadi juga mengapresiasi tema “Creative Culture” yang diusung dalam forum tersebut. Ia menilai konsep tersebut relevan dengan karakter Tasikmalaya yang kaya budaya dan memiliki potensi kreativitas generasi muda.
“Creative culture harus dimaknai sebagai gerakan bersama. DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan agar program yang telah direncanakan benar-benar terealisasi dan tepat sasaran,” ucapnya.
Ia berharap hasil Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 tidak berhenti pada dokumen perencanaan, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.











