TASIK.TV | Di sela kesibukannya sebagai tuan rumah dalam kegiatan bersih-bersih sampah di kawasan Objek Wisata Situ Gede, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa kebersihan memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurut Deddy, kebersihan tidak hanya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar destinasi wisata.
“Kebersihan adalah faktor mendasar. Lingkungan wisata yang bersih akan membuat pengunjung merasa nyaman dan betah, sekaligus berdampak positif bagi masyarakat lokal,” ujarnya kepada awak media, Jumat (6/2/2026).
Saat ditanya mengenai strategi meningkatkan daya tarik objek wisata agar jumlah kunjungan meningkat, Deddy menekankan pentingnya penguatan keunikan destinasi serta perbaikan fasilitas pendukung.
“Fokus pada keunikan atau atraksi, peningkatan kebersihan, serta penambahan fasilitas seperti toilet bersih, musala, dan area parkir. Mengadakan event rutin dan mempromosikannya melalui media sosial juga sangat efektif,” paparnya.
Ia menambahkan, pengelolaan objek wisata yang berkelanjutan harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal melalui konsep community based tourism, serta kolaborasi lintas pihak untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
Terkait strategi promosi di era digital, Deddy menyebut pemanfaatan media sosial menjadi keharusan. Platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook dinilai efektif jika diisi dengan konten visual yang menarik, didukung kolaborasi dengan influencer perjalanan, serta optimalisasi ulasan wisatawan di berbagai platform digital.
“Ke depan, promosi digital ini harus lebih dimaksimalkan agar destinasi wisata Tasikmalaya semakin dikenal luas,” tegasnya.
Deddy juga menyoroti sejumlah infrastruktur yang perlu dibenahi untuk mendorong kemajuan wisata Situ Gede. Di antaranya akses jalan menuju lokasi, ketersediaan jaringan internet, fasilitas kebersihan, serta sarana transportasi penunjang.
“Perbaikan infrastruktur akan meningkatkan lama tinggal wisatawan. Selain itu, perlu ditambah atraksi pendukung seperti paket wisata kuliner lokal, pertunjukan budaya, hingga penginapan yang unik dan nyaman. Namun, kami akui hal ini masih terkendala anggaran,” ungkapnya.
Lebih jauh, Deddy memaparkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta mempercepat pembangunan infrastruktur.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan objek wisata di Kota Tasikmalaya, mulai dari keterbatasan infrastruktur, pengelolaan sampah, promosi yang belum optimal, hingga rendahnya keterlibatan masyarakat lokal.
“Kami berharap solusi ke depan bisa dilakukan melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, pemanfaatan teknologi promosi, manajemen lingkungan yang baik, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Kolaborasi pemerintah dan swasta juga sangat dibutuhkan, termasuk dalam penyelenggaraan berbagai event. Mudah-mudahan ke depan kondisinya akan semakin baik,” pungkas Deddy.(Ryan)











