News

Guru PJOK Tasikmalaya Dikenalkan AI Gemini untuk Perencanaan Pembelajaran

8
×

Guru PJOK Tasikmalaya Dikenalkan AI Gemini untuk Perencanaan Pembelajaran

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Puluhan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) mengikuti kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) bertajuk “Smart in Movement” di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, pada 17–18 Januari 2026.

Kegiatan ini digelar Program Magister (S2) Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi (Unsil) bersama mahasiswa angkatan 2024 sebagai upaya mendorong transformasi pembelajaran PJOK di era digital, khususnya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Sebanyak 36 guru PJOK jenjang SD dan SMP terlibat aktif dalam kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Unsil dengan IGORNAS, MGMP PJOK, dan KKG PJOK Kabupaten Tasikmalaya. Kolaborasi ini menyatukan dunia akademik, organisasi profesi, dan praktik pembelajaran di sekolah.

Koordinator Prodi S2 Pendidikan Jasmani Unsil, Dr. Dicky Tri Juniar, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir langsung mendampingi guru di lapangan.

“Sinergi pendidikan tinggi dan pendidikan dasar-menengah harus terus terjaga agar proses pembelajaran berjalan berkelanjutan dan relevan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan AI Gemini dalam penyusunan perangkat ajar PJOK berbasis deep learning. AI diperkenalkan bukan sebagai pengganti guru, melainkan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan menstrukturkan perencanaan pembelajaran.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan AI untuk menyusun tujuan pembelajaran, alur aktivitas gerak, hingga asesmen yang kontekstual dengan kondisi siswa.

Ketua IGORNAS Kabupaten Tasikmalaya, Unang Arifin, menilai kegiatan ini menjadi jembatan penting antara teori akademik dan praktik di sekolah.

“Ini contoh konkret bagaimana teori pendidikan bisa langsung diterapkan di lapangan,” katanya.

Hasil awal kegiatan ini berupa draft perangkat ajar PJOK berbasis deep learning, sekaligus meningkatnya literasi digital dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi.

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Arifin, menyebut Smart in Movement akan berlanjut melalui workshop pendampingan di tingkat kecamatan agar guru mampu menghasilkan perangkat ajar siap pakai.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PJOK dapat tumbuh dari daerah melalui kolaborasi guru, organisasi profesi, dan perguruan tinggi yang responsif terhadap perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *