TASIK.TV | Gerakan kemanusiaan Hi Look Bergerak bersama Warung Makan Gratis (WMG) Sijum asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengirimkan bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor di Aceh.
antuan tersebut diberangkatkan dari Tasikmalaya dan diterbangkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu 11 Januari 2026.
Total bantuan yang dikirimkan pada tahap awal mencapai sekitar 7 ton dan diperkirakan masih akan bertambah hingga 10 ton. Bantuan tersebut terdiri atas 2 ton beras, 750 paket pakaian dan alat salat, 5.000 mushaf Al Quran, bahan makanan, makanan ringan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Seluruh bantuan merupakan hasil penggalangan donasi dari masyarakat dan berbagai donatur di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang digerakkan melalui aksi sosial Hi Look Bergerak dan WMG Sijum.
Bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah serta kawasan Takengon, Aceh Tengah, dan sekitarnya.

Selain menyalurkan logistik, WMG Sijum juga akan membuka dapur umum untuk membantu kebutuhan pangan para penyintas. Dapur umum tersebut direncanakan beroperasi selama kurang lebih 10 hari di Posko Mandale, tepatnya di kawasan Dua Jalur Mandale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.
“Kami akan membuka dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara yang terdampak banjir dan longsor. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh,” ujar perwakilan WMG Sijum, Emak Alia.
Distribusi bantuan ini dilakukan di tengah kondisi darurat bencana di Aceh. Berdasarkan data hingga 9 Januari 2026, bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dilaporkan telah menelan lebih dari 1.182 korban jiwa, sementara ratusan ribu warga lainnya masih mengungsi.
Pemerintah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026. Selama masa tersebut, kebutuhan logistik dan bantuan kemanusiaan masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah pedalaman yang aksesnya terbatas.
Bantuan dari Tasikmalaya ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana di Bener Meriah, Takengon, Aceh Tengah, dan wilayah sekitarnya, sekaligus mendukung proses pemulihan awal pascabencana.











