News

Jelang Lebaran, Polres Tasikmalaya Buka Pasar Murah di Masjid Agung Singaparna

104
×

Jelang Lebaran, Polres Tasikmalaya Buka Pasar Murah di Masjid Agung Singaparna

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Polres Tasikmalaya menggelar pasar rakyat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Agung Baiturrohman, Singaparna, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Idul Fitri.

Program tersebut merupakan kerja sama Polres Tasikmalaya dengan sejumlah pihak, di antaranya Bulog, Dinas Pertanian, serta Dinas Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Untuk daging sapi di luar mencapai Rp180.000 per kilogram, di sini kami jual Rp140.000. Jadi ada selisih sekitar Rp40.000,” kata Wahyu.

Selain daging sapi, sejumlah bahan pokok lain juga dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP dijual Rp57.500 per 5 kilogram, minyak goreng Rp30.000 per 2 liter, serta telur ayam Rp28.000 per kilogram.

Adapun komoditas lain yang tersedia di antaranya gula pasir Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, daging ayam Rp28.000 per kilogram, serta berbagai sayuran seperti pakcoy dan selada.

Menurut Wahyu, Gerakan Pangan Murah ini bukan hanya sekadar kegiatan jual beli, tetapi juga bentuk upaya menjaga stabilitas harga menjelang hari raya.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga tidak ada lonjakan harga menjelang Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan Dinas KUKM Perindag Kabupaten Tasikmalaya, Salsah, mengatakan secara umum stok pangan di wilayah tersebut masih aman.

Namun demikian, ia mengakui beberapa komoditas di pasar masih berada pada harga yang cukup tinggi.

“Pasokan sebenarnya stabil dan cukup, tetapi harga ayam masih sekitar Rp40.000 per kilogram dan beras Rp15.000. Cabai rawit merah juga naik karena faktor musim,” katanya.

Melalui program ini, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap dapat melakukan intervensi pasar agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

Gerakan Pangan Murah ini pun disambut antusias masyarakat. Sejak pagi warga terlihat memadati lokasi untuk membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih murah.

Salah seorang warga Singaparna, Nina (48), mengaku sengaja datang untuk membeli kebutuhan rumah tangga sebagai persiapan Lebaran.

“Sangat terbantu, harganya jauh lebih murah dari pasar. Saya beli beras, minyak, telur, dan terigu untuk stok Lebaran,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *