News

Kawalu Disiapkan Jadi Sentra Ikan dan Sayuran, DPRD Ingatkan Musrenbang Jangan Sekadar Seremonial

11
×

Kawalu Disiapkan Jadi Sentra Ikan dan Sayuran, DPRD Ingatkan Musrenbang Jangan Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kecamatan Kawalu diproyeksikan menjadi kawasan unggulan agrikultur dan budidaya ikan air tawar pada 2027. Komoditas ikan gurame dan nila, serta pengembangan hortikultura berupa aneka sayuran, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, menyebut budidaya gurame dan nila di Kawalu selama ini menunjukkan hasil yang cukup baik. Salah satu keunggulannya adalah kebutuhan air yang relatif efisien dibanding jenis budidaya lain.

“Budidaya gurame dan nila banyak yang berhasil dikembangkan di Kawalu karena tidak terlalu membutuhkan air. Selain memenuhi pasar lokal, produksi ikan dan sayuran juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat serta menopang kebutuhan SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Heri.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian dan perikanan tersebut menjadi salah satu program unggulan pembangunan Kota Tasikmalaya pada 2027 dengan tema peningkatan ekonomi dan pelayanan publik.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Heri menekankan pentingnya konsistensi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengawal hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kawalu.

“Saya menekankan agar OPD mengerjakan apa yang sudah direncanakan dan disepakati dalam Musrenbang. Jangan keluar dari perencanaan yang telah disusun bersama masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, Musrenbang tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Forum tersebut harus mampu melahirkan program pembangunan yang berdampak langsung dan luas bagi masyarakat.

Menurut Heri, Musrenbang memiliki posisi strategis karena menjadi pintu awal dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, seluruh prosesnya harus dijalankan secara serius dan bertanggung jawab.

“Musrenbang harus bermakna dan benar-benar diperjuangkan pelaksanaannya. Kalau hanya mencatat usulan tanpa tindak lanjut, itu sama saja mengecewakan masyarakat,” ujarnya.

Heri yang juga merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan Kawalu dan Mangkubumi menilai, partisipasi masyarakat selama ini sudah cukup baik. Warga dinilai aktif menyampaikan aspirasi sejak Musrenbang tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Namun, persoalan yang kerap muncul adalah tidak adanya kepastian apakah usulan warga benar-benar masuk ke dalam perencanaan dan penganggaran, atau justru berhenti di atas kertas.

DPRD Kota Tasikmalaya, kata Heri, akan memastikan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang benar-benar dikawal hingga ke tahap penganggaran, agar rencana pembangunan yang disusun dapat terealisasi sesuai kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *