News

Musrenbang Panyingkiran 2027 Dihadiri Empat Legislator, Usulan Warga Jadi Sorotan

75
×

Musrenbang Panyingkiran 2027 Dihadiri Empat Legislator, Usulan Warga Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis 21 Januari 2026, berlangsung tidak biasa. Empat anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Keempat anggota DPRD itu yakni Drs. H. Ate Tachyan (Fraksi Golkar), H. Andi Warsandi, S.E. (Fraksi Gerindra), Ustadz Isak Faridz, S.Pd.I. (Fraksi PKS), serta H. Asep Endang Syam, S.H., M.H. (Fraksi PKB). Kehadiran mereka menjadi perhatian tersendiri dalam Musrenbang yang digelar di GOR Kelurahan Panyingkiran.

Musrenbang kali ini mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat”, yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andi Warsandi, S.E., menegaskan bahwa seluruh usulan yang dihasilkan dari Musrenbang Kelurahan Panyingkiran harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Tasikmalaya Tahun 2025–2029.

Ia menekankan pentingnya menuntaskan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya, seperti Tasik Pelak, Tasik Pintar, Tasik Gemas, Tasik Religi, Tasik Nyaman, dan Tasik Melayani.

“Tujuan musyawarah ini adalah penguatan tema pembangunan tahunan. Kami akan berikhtiar melakukan pengawalan hingga ke tingkat kota agar skala prioritas yang telah disepakati bersama tokoh masyarakat di sini dapat terakomodasi, baik melalui jalur infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan ekonomi,” ujar Andi.

Sementara itu, Camat Indihiang Hendro Haryoko, S.IP., M.M., memberikan arahan strategis kepada para ketua RW dan kader kelurahan agar tidak hanya bergantung pada Dana Kelurahan atau APBD murni.

Menurut Hendro, adanya pengaturan ulang anggaran dari pemerintah pusat menuntut aparatur wilayah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

“Kami berharap lurah dan para kader bisa proaktif mengakses sumber dana lain, seperti hibah dari pemerintah pusat, Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan, hingga dana CSR dari pihak swasta dan perbankan. Selama ada daya juang yang tinggi, insya Allah usulan kegiatan dapat terealisasi demi kebermanfaatan masyarakat,” paparnya.

Di sisi lain, Lurah Panyingkiran Maman Permana melaporkan bahwa sedikitnya terdapat 30 usulan yang masuk dalam Musrenbang tahun ini. Ia mengakui, Dana Kelurahan yang berkisar Rp200 juta belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran empat anggota DPRD hari ini memberikan harapan besar bagi kami. Dengan keterbatasan anggaran kelurahan, kami sangat berharap usulan-usulan masyarakat yang tidak tercover APBD bisa diakomodasi melalui Pokok Pikiran anggota dewan. Alhamdulillah, seluruh usulan sudah diarahkan agar sesuai dengan kebijakan prioritas pemerintah tahun 2027,” ujar Maman.

Di sela-sela pelaksanaan Musrenbang, Kelurahan Panyingkiran juga menyalurkan bantuan sembako kepada lima orang lanjut usia (lansia) melalui program Panyingkiran BERKEMAS (Berbagi Kepada Masyarakat). Program ini merupakan turunan dari program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Tasik Religius, sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat rentan.(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *