News

Parkir Non Tunai Mulai Diuji di Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya, Bayar Cukup Scan QRIS

13
×

Parkir Non Tunai Mulai Diuji di Jalan HZ Mustofa Tasikmalaya, Bayar Cukup Scan QRIS

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | UPTD Parkir Kota Tasikmalaya mulai menerapkan sistem pembayaran parkir non tunai menggunakan QRIS. Inovasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem digital sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan parkir.

Kepala UPTD Parkir Kota Tasikmalaya Uen Haeruman mengatakan, sistem tersebut memudahkan masyarakat karena pengguna jasa parkir tidak lagi harus menyiapkan uang tunai saat melakukan pembayaran.

“Sekarang masyarakat tidak perlu repot membawa uang cash. Pembayaran parkir bisa langsung dilakukan menggunakan QRIS dengan cara memindai barcode,” kata Uen saat ditemui awak media, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, penggunaan sistem non tunai juga dapat membantu mengurangi potensi praktik parkir ilegal serta mempercepat proses transaksi di lapangan.

Selain itu, sistem pembayaran digital dinilai mampu meningkatkan transparansi pendapatan daerah dari sektor parkir.

“Transaksi jadi lebih cepat dan transparan. Sistem ini juga meminimalisir risiko parkir ilegal,” ujarnya.

Saat ini, penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS masih dalam tahap uji coba dan difokuskan di kawasan Jalan HZ Mustofa.

Meski demikian, masyarakat yang belum menggunakan pembayaran digital masih bisa melakukan transaksi secara tunai di sejumlah titik parkir di kawasan tersebut.

“Untuk sementara kami lakukan uji coba di Jalan HZ Mustofa terlebih dahulu. Setelah dievaluasi, kemungkinan ke depan akan diperluas ke wilayah lain,” jelasnya.

Terkait potensi peningkatan pendapatan daerah dari sistem parkir elektronik, Uen mengakui belum dapat melihat perubahan yang signifikan karena program tersebut masih berada pada tahap awal penerapan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang tunai apabila berada di lokasi parkir yang telah menerapkan sistem pembayaran non tunai.

“Jika di lokasi tersebut sudah menggunakan QRIS, masyarakat sebaiknya tidak memberikan pembayaran secara cash kepada petugas,” tegasnya.

Menurut Uen, penerapan parkir non tunai menjadi bagian dari langkah modernisasi layanan publik di Kota Tasikmalaya.

Sistem ini diharapkan dapat menghadirkan proses pembayaran yang lebih cepat, aman, dan praktis sekaligus mendukung pengembangan kota pintar (smart city) di masa depan.

“Ini bukan sekadar soal pembayaran parkir, tetapi langkah kecil menuju ekosistem digital dan kota yang lebih modern,” pungkasnya.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *