TASIK.TV | Sebanyak 19 warga menerima santunan dalam kegiatan sosial bertajuk BERKEMAS (Bersedekah Kepada Masyarakat) yang digelar Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu 11 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Kelurahan Panyingkiran tersebut dilaksanakan pukul 09.30 WIB dan menjadi bagian dari rangkaian program sosial selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 11 anak yatim dan 8 kaum jompo (lansia) menerima bantuan berupa paket sembako serta santunan uang tunai dari pihak kelurahan.
Selain penyaluran santunan, acara juga dirangkaikan dengan penyaluran insentif RT dan RW bulan Februari serta kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) warga.
Lurah Panyingkiran, Maman Permana, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah.
“Agenda ini bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga kami ingin menghidupkan semangat berbagi melalui kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum jompo di wilayah Kelurahan Panyingkiran,” kata Maman kepada awak media di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi mereka di bulan suci.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi sekaligus menghadirkan kehangatan dan kebahagiaan di tengah bulan penuh berkah ini,” ujarnya.
Beberapa pendamping anak yatim dan lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Mereka menilai santunan berupa sembako dan uang tunai sangat membantu, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima santunan tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Maman menambahkan, pihaknya ingin memastikan seluruh warga, khususnya anak yatim dan lansia, dapat merasakan kebahagiaan yang sama selama bulan Ramadan.
“Kami ingin memastikan adik-adik yatim dan para lansia di sini merasakan kebahagiaan yang sama di bulan Ramadan, bahwa mereka tidak sendirian,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan santunan tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi.
“Ramadan adalah momen yang tepat untuk melipatgandakan amal kebaikan,” pungkasnya.(Ryan)











