News

Rapat Kerja DKKT di Curug Cimedang, Nyarungsum Gagasan Seni Budaya dari Alam Tasikmalaya

42
×

Rapat Kerja DKKT di Curug Cimedang, Nyarungsum Gagasan Seni Budaya dari Alam Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) menggelar rapat kerja periode 2025–2030 di kawasan alam terbuka Curug Cimedang Malaganti, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang mengusung semangat “Nyarungsum Hanca Sakarep Sapaneuleuan” ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah strategis pengembangan seni dan budaya ke depan.

Rapat kerja tersebut diikuti oleh tujuh komite di bawah naungan DKKT, yakni Komite Sastra, Tari, Musik, Rupa, Teater, Fotografi dan Perfilman, serta Komite Budaya. Masing-masing komite memaparkan capaian program, tantangan yang dihadapi, serta gagasan dan konsep kegiatan yang akan digulirkan dalam lima tahun mendatang.

Ketua DKKT, Tatang Pahat menyebutkan bahwa rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang dialektika yang penting bagi keberlanjutan ekosistem seni dan budaya di Tasikmalaya.

“Rapat kerja ini adalah jantung dinamika DKKT. Di sinilah ide-ide kreatif digodog, diuji, diperdebatkan, dan disepakati bersama. Kami ingin memastikan DKKT tetap relevan, responsif, dan berpihak pada seniman serta pelaku budaya,” ujarnya.

Berbeda dari rapat kerja pada umumnya, DKKT memilih alam terbuka Curug Cimedang sebagai lokasi kegiatan. Menurut panitia, pemilihan lokasi ini dimaksudkan untuk membangun suasana diskusi yang lebih cair, inspiratif, dan egaliter.

“Alam memberi ruang kontemplasi. Diskusi menjadi lebih santai, terbuka, dan jujur. Ini penting untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kerja sama lintas komite,” jelasnya.

 

Pelaksanaan rapat kerja di alam terbuka dinilai memberikan sejumlah kelebihan, di antaranya meningkatkan kreativitas, mengurangi ketegangan dalam diskusi, serta memperkuat solidaritas antaranggota.

Seluruh proses tersebut diarahkan pada satu tujuan besar, yakni memperkaya khazanah seni dan budaya Tasikmalaya.

DKKT mengakui bahwa menjaga eksistensi lembaga hingga saat ini bukanlah perkara mudah. Berbagai tantangan, konflik internal, hingga isu eksternal menjadi bagian dari perjalanan organisasi. Namun, hal tersebut justru diolah menjadi energi untuk terus bertahan dan berkembang.

“Berbagai tantangan itu kami jadikan bahan bakar untuk tetap ajeug dan eksis. Jawaban atas keraguan dan kecurigaan bukanlah perdebatan, melainkan karya yang mendapat respons positif dari publik,” ujar Ketua DKKT.

Dalam rapat kerja tersebut, DKKT juga menegaskan perannya sebagai rumah besar bagi seniman dan pelaku budaya. DKKT diarahkan untuk menjadi fasilitator dan mitra strategis, baik bagi seniman, pemerintah, maupun sektor swasta.

Ke depan, DKKT berkomitmen mendorong penguatan local genius Tasikmalaya agar mampu menembus ruang nasional hingga internasional melalui pendekatan kekaryaan, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi platform digital dan media sosial.

Rapat kerja di Curug Cimedang pun disebut menghadirkan pengalaman berbeda dalam proses berkesenian, yakni pertemuan antara pengalaman personal dan pengalaman publik yang saling berdialektika.

“Di sinilah kami merasa semakin yakin bahwa DKKT bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar perjuangan seni dan budaya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *