TASIK.TV | Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak hanya memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Masjid Agung ke lokasi baru di kawasan Taman Kota, tepatnya halaman eks Setda Kabupaten Tasikmalaya. Pemkot juga berupaya agar area relokasi tersebut tetap ramai pengunjung.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, bahkan membuka peluang menghadirkan figur publik atau artis untuk menarik perhatian masyarakat agar datang ke lokasi baru PKL.
“Harapannya kalau ada pesohor yang datang, tempatnya jadi lebih ramai. Dengan begitu pedagang juga tidak sepi pembeli,” ujar Diky, Rabu (14/1/2026).
Menurut Diky, penataan PKL dilakukan bukan untuk mematikan mata pencaharian pedagang. Pemerintah, kata dia, berupaya agar penertiban berjalan seimbang dengan keberlangsungan ekonomi para PKL.
“Kami ingin penataan berjalan rapi, tapi penghidupan pedagang tetap terjaga,” ucapnya.
Ia menambahkan, penataan PKL di sekitar Masjid Agung juga bertujuan memperbaiki wajah kota sekaligus mengurai gangguan lalu lintas. Selama ini, sebagian PKL dinilai memakan badan jalan sehingga menghambat pengguna jalan dan pejalan kaki.
Di sisi lain, para pedagang menyambut relokasi tersebut dengan sikap terbuka. Oim, salah seorang PKL, mengaku tidak keberatan dipindahkan, asalkan lokasi baru benar-benar dihidupkan.
“Kami berterima kasih sudah difasilitasi. Tapi kami juga berharap ada upaya agar tempatnya ramai. Ini kan taman kota,” katanya.
Relokasi PKL Masjid Agung juga mendapat respons positif dari warga. Wawan (50), warga Kecamatan Tawang, menilai penataan membuat kawasan lebih nyaman bagi pengguna jalan.
“Bagus, sekarang lebih tertib dan nyaman. Tapi jangan sementara. Harus konsisten,” ujarnya.











