News

Sidak Takjil di Tasikmalaya, BPOM Uji 15 Sampel dan Edukasi Pedagang

10
×

Sidak Takjil di Tasikmalaya, BPOM Uji 15 Sampel dan Edukasi Pedagang

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tasikmalaya melakukan pengawasan terhadap jajanan takjil yang dijual di sejumlah titik selama Ramadan 2026. Salah satunya dilakukan di kawasan Jalan Perum Bumi Resik Indah, Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin 9 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Petugas mengambil 15 sampel makanan dari 11 pedagang untuk diuji menggunakan metode rapid test kit guna memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.

Kepala Balai POM Tasikmalaya, Iltizam Nasrullah, mengatakan seluruh sampel yang diuji di lokasi tersebut menunjukkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya berdasarkan pemeriksaan cepat.

Selain melakukan pengujian, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya keamanan pangan. Sosialisasi dilakukan dengan membagikan leaflet yang berisi informasi tentang lima kunci keamanan pangan serta ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Pedagang yang berjualan di area takjil akan dilakukan sampling produk apabila terdapat makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan rapid test untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat,” kata Iltizam.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya, BPOM akan melakukan pembinaan terhadap pedagang agar tidak lagi menjual makanan tersebut.

Menurutnya, pedagang akan diarahkan untuk mengganti bahan atau produk yang digunakan dengan yang lebih aman. Selain itu, BPOM juga akan menelusuri sumber bahan yang digunakan untuk mengetahui asal produk yang mengandung zat berbahaya.

“Tindak lanjutnya berupa pembinaan kepada pedagang agar tidak lagi menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Produk tersebut juga akan ditelusuri sumber pembeliannya untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pada hari yang sama, BPOM Tasikmalaya juga melakukan intensifikasi pengawasan pangan di pusat perbelanjaan Lotte Mart mulai pukul 10.30 WIB hingga 11.00 WIB. Sementara pengawasan takjil di kawasan Perum Bumi Resik Indah dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB.

Iltizam menambahkan, pengawasan pangan takjil tidak hanya dilakukan di Kota Tasikmalaya, tetapi juga mencakup wilayah kerja Balai POM Tasikmalaya lainnya seperti Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasan sepanjang 2026, sekitar 90 persen produk takjil yang diuji dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan. Namun masih ditemukan sekitar 10 persen produk yang tidak memenuhi syarat.

“Produk yang dinyatakan tidak memenuhi syarat ditemukan pada pangan jenis mutiara yang mengandung pewarna Rhodamin B,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *