News

Reses di Ponpes At-Taufiq Al-Islamy, Yadi Mulyadi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

17
×

Reses di Ponpes At-Taufiq Al-Islamy, Yadi Mulyadi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Puluhan warga menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Yadi Mulyadi, yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren At-Taufiq Al-Islamy, tepatnya di Aula Masjid Jamiul Hamdi, Rabu 11 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di DPRD Kota Tasikmalaya. Selain itu, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi di tengah suasana bulan suci Ramadan.

Dalam paparannya di hadapan warga, Yadi Mulyadi menyampaikan sejumlah usulan masyarakat yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, sebagian program pembangunan yang diusulkan warga direncanakan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

“Beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat sudah masuk dalam perencanaan pembangunan dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2026,” ujar Yadi.

Selain itu, untuk tahun 2027, ia berharap dana pokok pikiran (pokir) DPRD dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk program pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi perekonomian yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

“Ke depan kami ingin agar dana pokir bisa lebih diarahkan pada program pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, warga memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan ekonomi yang didorong melalui program tersebut,” kata Yadi.

Ia mencontohkan, program pemberdayaan tersebut dapat difokuskan pada sektor pertanian, peternakan, maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner.

Yadi menilai peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah.

Menurut dia, masyarakat atau kelompok usaha dapat mengambil peran sebagai pemasok bahan kebutuhan dapur untuk program tersebut.

“Warga atau kelompok masyarakat bisa menjadi pemasok bahan kebutuhan dapur MBG secara berkelanjutan. Dengan begitu, dapur program tersebut tidak hanya bergantung pada pemasok besar, tetapi juga melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok program tersebut juga berpotensi membantu menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

Di akhir kegiatan, Yadi juga mengajak masyarakat untuk tetap optimistis di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini.

Menurut dia, pemerintah tengah berupaya menghadirkan berbagai solusi, salah satunya melalui program pembangunan daerah yang menjadi prioritas pemerintah kota.

Ia menilai keberhasilan berbagai program tersebut memerlukan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *