News

Volume Sampah Diprediksi Naik 20 Persen Saat Lebaran, DLH Tasikmalaya Ajak Pemudik Terapkan 3R

73
×

Volume Sampah Diprediksi Naik 20 Persen Saat Lebaran, DLH Tasikmalaya Ajak Pemudik Terapkan 3R

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Tradisi mudik saat Hari Raya Idul Fitri kerap diikuti dengan meningkatnya volume sampah di berbagai daerah. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di Kota Tasikmalaya pada Lebaran 2026 seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan kedatangan para pemudik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, mengatakan peningkatan sampah saat Lebaran merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun.

“Hal ini berkaitan dengan konsumsi masyarakat yang meningkat, ditambah konsumsi para pemudik yang pulang ke kampung halaman,” ujar Sandi kepada awak media saat memantau kebersihan wilayah Kota Tasikmalaya, Jumat 21 Maret 2026.

Sandi menegaskan, pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya tetap mengacu pada prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah tetap pada prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, recycle, di mana pun sumber sampahnya,” katanya.

Menurut dia, langkah paling penting dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sejak dari rumah tangga atau dari sumbernya. Sampah dapur, yang menjadi salah satu penyumbang terbesar, dinilai perlu ditangani dengan kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Yang diperlukan saat ini adalah pemilahan di hulu. Kalau sampah dapur ini yang paling dominan adalah faktor ibu rumah tangga atau emak-emak, sehingga diharapkan emak-emak menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” tegas Sandi.

Petugas Siaga Saat Takbiran dan Lebaran

Untuk mengantisipasi lonjakan sampah selama periode mudik dan Lebaran, DLH Kota Tasikmalaya menyiagakan petugas kebersihan dengan sistem sif. Langkah ini dilakukan agar penanganan sampah tetap berjalan meskipun aktivitas masyarakat meningkat.

Sandi mengatakan petugas akan bekerja ekstra, termasuk pada malam takbiran hingga hari raya, guna menjaga kebersihan kota dari potensi penumpukan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai.

“Kami bekerja ekstra keras, termasuk pada malam takbiran dan hari raya, untuk membersihkan lonjakan sampah akibat aktivitas masyarakat dan pemudik,” ujarnya.

Pada malam takbiran, DLH mengoperasikan 20 unit kendaraan roda tiga dan tiga unit truk pengangkut sampah, dengan dukungan sekitar 45 personel yang bertugas di lapangan.

Keesokan paginya, pembersihan kembali dilanjutkan oleh tim Srikandi yang menyisir kawasan pusat kota, khususnya di sekitar Jalan HZ Mustofa, yang dikenal sebagai salah satu titik keramaian masyarakat saat Lebaran.

“Kami bergerak atas arahan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memastikan kondisi lingkungan tetap bersih dan sehat,” kata Sandi.

Kampanye “Mudik Minim Sampah”

Selain penanganan di lapangan, DLH Kota Tasikmalaya juga mengkampanyekan gerakan “Mudik Minim Sampah” kepada masyarakat dan para pemudik.

Melalui kampanye ini, masyarakat diajak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah makanan sendiri, serta menghindari pemborosan makanan yang berpotensi menjadi sampah.

DLH memperkirakan volume sampah selama Lebaran bisa meningkat hingga 20 persen dibanding hari biasa.

“Kami berharap masyarakat bisa mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, dan membiasakan hidup tertib serta bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” ujar Sandi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya serta mulai membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.

“Konsumsi sesuai kebutuhan, jangan menyisakan makanan. Berbuatlah mulai dari rumah kita masing-masing,” kata Sandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *