TASIK.TV | Sebanyak 546 prajurit dari Batalyon Infanteri TP 939/Macan Putih ambil bagian dalam kegiatan donor darah massal yang berlangsung di Lapangan Gandara Grup 37, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Aksi kemanusiaan ini digelar sebagai respons atas tingginya kebutuhan darah di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), serta Gandara Grup 37. Pelaksana teknisnya melibatkan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Tasikmalaya guna memastikan proses donor berjalan sesuai standar medis.
Direktur Bisnis PT PNM, Kindaris, yang hadir dalam kegiatan itu menuturkan bahwa donor darah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Ia menyebut, PNM tidak hanya fokus pada aspek usaha, tetapi juga mendorong kontribusi nyata di bidang sosial dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kegiatan ini mencerminkan tiga pilar yang kami jalankan, yaitu bisnis, intelektual, dan sosial. Kami ingin hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kindaris.
Di sisi lain, Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Infanteri Deddy Setya Wijaya, menilai keterlibatan prajurit dalam kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Menurut dia, bakti sosial seperti donor darah menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan antara TNI dan warga.
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan BUMN dan mitra swasta, dalam mendukung berbagai program strategis di masa mendatang.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, tidak hanya pada kegiatan sosial, tetapi juga program lain yang dapat memberikan dampak luas, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” kata Deddy.
Selain kegiatan donor darah, Yonif TP 939/Macan Putih juga tengah merancang sejumlah program lain pada bulan Mei, di antaranya karya bakti massal bersama masyarakat. Di sektor lain, satuan ini juga mengembangkan program ketahanan pangan berbasis perikanan, peternakan, dan pertanian melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut Deddy, peran TNI kini semakin luas dan tidak terbatas pada fungsi pertahanan semata. Keterlibatan dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan sektor pangan, menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam pembangunan daerah.
Ia menambahkan, kegiatan donor darah diharapkan dapat dilakukan secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan, mengingat kebutuhan darah di Tasikmalaya masih cukup tinggi, terutama dalam kondisi darurat medis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Yonif TP 939/Macan Putih merupakan bagian dari pengembangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, sebuah program strategis untuk memperkuat kehadiran TNI di daerah sekaligus mendukung pembangunan.
“Ke depan, konsep batalyon teritorial pembangunan akan hadir di setiap kabupaten/kota. Perannya tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kemajuan wilayah,” ujarnya.
Deddy menegaskan, kolaborasi antara TNI, BUMN, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, bekerja bersama, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan,” katanya.











