TASIK.TV | Masyarakat dari berbagai kelompok usia kini dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus mendeteksi dini berbagai penyakit.
Program tersebut dilaksanakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, salah satunya Puskesmas Cihideung, Kota Tasikmalaya. CKG disebut sebagai bentuk “kado ulang tahun” dari pemerintah bagi masyarakat agar dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Pemegang Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Cihideung, Penti Hertiati, mengatakan program ini menitikberatkan pada skrining kesehatan yang bersifat preventif dan promotif bagi masyarakat berdasarkan kelompok usia.
“Intervensi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Cihideung berfokus pada skrining preventif dan promotif berdasarkan usia, mulai dari anak usia 0 sampai 6 tahun hingga masyarakat usia 28 tahun ke atas untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular,” ujar Penti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan akan dituangkan dalam bentuk rapor kesehatan dengan indikator warna merah, kuning, dan hijau. Rapor tersebut menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah tindak lanjut, termasuk kemungkinan rujukan.
“Hasilnya berupa rapor kesehatan yang menentukan tindakan lanjutan atau rujukan, bahkan direncanakan adanya pengobatan gratis pada tahun 2026 ini,” jelasnya.
Jemput Bola ke Sekolah hingga Tempat Kerja
Untuk memperluas jangkauan layanan, Puskesmas Cihideung tidak hanya membuka layanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melakukan jemput bola ke lingkungan masyarakat.
Penti menjelaskan, pihaknya melakukan pemeriksaan hingga ke tingkat RT dan RW, serta menyasar lingkungan pendidikan.
“Kami melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah. Untuk tahap awal, kami menyasar siswa kelas 12 yang akan lulus, kemudian dilanjutkan ke kelas 11 dan kelas 10,” katanya.
Selain sekolah, program pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan di berbagai tempat aktivitas masyarakat, seperti kantor kelurahan, posyandu, hingga lingkungan kerja.
Skrining Mandiri Peserta BPJS
Selain pemeriksaan langsung, masyarakat juga dapat melakukan skrining kesehatan mandiri melalui sistem yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.
Dalam proses tersebut, peserta akan mengisi sejumlah pertanyaan terkait riwayat penyakit, faktor risiko kesehatan, serta kondisi kesehatan terkini.
“Hasil skrining akan menjadi data awal bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas, dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta,” ungkap Penti.
Pemeriksaan Dasar hingga Lanjutan
Program CKG terbagi menjadi dua tahapan, yakni pemeriksaan dasar dan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan dasar meliputi:
- pengukuran berat badan
- tinggi badan
- pemeriksaan ketajaman penglihatan
- pemeriksaan pendengaran
- pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut
Sementara itu, pemeriksaan lanjutan dilakukan berdasarkan hasil skrining awal. Pemeriksaan ini dapat mencakup berbagai tes medis, di antaranya:
- pemeriksaan darah seperti kolesterol dan gula darah
- pemeriksaan fungsi ginjal dan hati
- elektrokardiogram (EKG) untuk jantung
- deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus besar
- skrining tuberkulosis (TBC) dan PPOK
- hingga penilaian kesehatan geriatri bagi lansia.
Kesadaran Masyarakat Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cihideung, Kustendi, mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program ini.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kendala yang kami hadapi di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan. Selain itu ada juga anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan memakan waktu lama, ditambah kesibukan pekerjaan dan faktor lainnya,” ujarnya.
Untuk meningkatkan cakupan layanan, Puskesmas Cihideung menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kelurahan, kecamatan, hingga pusat perbelanjaan seperti Asia Plaza untuk menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis.
Pihak Puskesmas pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program ini sebagai kesempatan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.
“Warga bisa datang ke Puskesmas, Pustu, maupun Posyandu untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis ini,” pungkasnya.(Ryan)











