News

Jelang Iduladha, Pemkot Tasikmalaya Pastikan Ribuan Hewan Kurban Sehat dan Layak

50
×

Jelang Iduladha, Pemkot Tasikmalaya Pastikan Ribuan Hewan Kurban Sehat dan Layak

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban, Kamis (21/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dijual kepada masyarakat.

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengatakan pemeriksaan kesehatan sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir. Dari hasil pemeriksaan terhadap lebih dari 1.500 hewan kurban, seluruhnya dinyatakan sehat dan layak untuk dikurbankan.

“Alhamdulillah hewan kurban yang diperiksa dalam kondisi sehat dan sesuai syariat,” kata Diky.

Meski demikian, Diky mengungkapkan jumlah hewan kurban yang dijual tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu jumlahnya mencapai sekitar 3.000 ekor, kini hanya sekitar separuhnya.

“Memang ada penurunan hampir setengahnya, tapi stok yang tersedia masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Tasikmalaya, Cecep Kurniawan, menjelaskan pemeriksaan dilakukan mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan.

Menurutnya, sebagian besar hewan kurban yang dijual di Tasikmalaya didatangkan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, detak jantung hingga usia hewan untuk memastikan layak dan memenuhi syariat sebelum disembelih,” kata Cecep.

Ia menambahkan, sebelum masuk ke Tasikmalaya, hewan kurban juga telah diperiksa di pos pemeriksaan atau checkpoint perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain itu, seluruh hewan wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan dari daerah asal.

“Jadi hewan yang masuk benar-benar sudah dipastikan aman,” ucapnya.

Di sisi lain, pedagang hewan kurban mulai menyesuaikan harga jual tahun ini. Amar, salah seorang pedagang, mengatakan harga sapi kurban saat ini berada di kisaran Rp 24 juta hingga Rp 30 juta per ekor.

Menurutnya, harga tahun ini mengalami kenaikan sekitar Rp 2 juta dibanding tahun lalu akibat meningkatnya biaya operasional, termasuk harga bahan bakar dan biaya distribusi.

“Kenaikan dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya biaya transportasi dan operasional,” ujar Amar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *