TASIK.TV | Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, H. Arif Prinato, S.Kep., Ners., M.Si, menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran ganda sebagai pejabat publik sekaligus Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tasikmalaya.
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media di sela-sela aktivitasnya, Jumat 14 April 2026. Arif menjelaskan, keberadaan PPNI tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah yang memberikan pendampingan bagi para perawat, khususnya dalam hal administratif dan peningkatan kesejahteraan.
Terkait proses perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP), Arif menjelaskan bahwa saat ini mekanisme pengajuan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing perawat melalui sistem yang telah disediakan.
“Prosedur perpanjangan STR dan SIP saat ini dilakukan secara mandiri oleh masing-masing individu. Untuk perpanjangan SIPP dapat diakses melalui laman resmi pemerintah daerah. Namun, PPNI tetap hadir untuk membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam proses pengajuan kedua dokumen tersebut,” ujar Arif.
Selain itu, Arif juga memaparkan sejumlah program PPNI dalam upaya meningkatkan kesejahteraan perawat, khususnya non-ASN atau honorer. Salah satu program yang dijalankan adalah diseminasi informasi terkait Struktur Skala Upah Perawat (SUSU) yang digagas oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPNI.
“Program peningkatan kesejahteraan di antaranya diseminasi informasi SUSU dari DPP ke DPW hingga DPD, pemberian bantuan bagi perawat terdampak bencana, program Tapera, hingga pelaksanaan pelatihan seperti BTCLS,” jelasnya.
Tak hanya itu, PPNI juga aktif menggelar kegiatan bakti sosial, memberikan penghargaan kepada perawat teladan, serta mengusulkan skala upah yang lebih layak bagi tenaga keperawatan.
Dalam menghadapi era digitalisasi layanan kesehatan, Arif menekankan pentingnya adaptasi bagi para perawat. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan yang harus direspons dengan peningkatan kapasitas diri.
“Perawat tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan digitalisasi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan teknologi kesehatan yang terus berkembang, mempelajari keterampilan baru, serta tetap menjaga kualitas pelayanan di tengah perubahan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Arif berharap seluruh perawat di Kota Tasikmalaya dapat terus meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan kesehatan.
“Kami berharap perawat dapat terus meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan optimal. Sinergi dengan pemerintah daerah juga sangat penting, terutama dalam mendukung program prioritas seperti penurunan angka stunting dan pembangunan kesehatan daerah,” pungkasnya.(Ryan)









