TASIK.TV – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Pasar Cikurubuk mulai mendorong transformasi pasar tradisional menjadi pasar wisata berbasis budaya lokal. Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan Pasar Cikurubuk sebagai pusat ekonomi sekaligus destinasi wisata khas Kota Tasikmalaya.
Kepala UPTD Pasar Cikurubuk, Deri Herlisana, mengatakan pasar tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang wisata budaya yang menawarkan pengalaman berbeda dibanding pusat perbelanjaan modern.
Menurutnya, Pasar Cikurubuk dapat menjadi destinasi yang memadukan aktivitas belanja tradisional dengan interaksi sosial dan kearifan lokal masyarakat.
“Kami berharap Pasar Cikurubuk bisa menjadi destinasi wisata budaya otentik yang mampu bersaing dengan pasar modern sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang,” kata Deri di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).
Namun demikian, ia mengakui kondisi infrastruktur pasar saat ini masih membutuhkan banyak pembenahan, mulai dari fasilitas umum hingga sarana pendukung kenyamanan pengunjung dan pedagang.
Karena itu, pihaknya telah mengusulkan perbaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD agar Pasar Cikurubuk dapat benar-benar menjadi ikon Kota Tasikmalaya.
“Masih banyak fasilitas yang perlu dibenahi agar pasar lebih nyaman, bersih, dan representatif bagi pedagang maupun pembeli,” ujarnya.
Deri menambahkan, pasar tradisional memiliki daya tarik yang tidak dimiliki pusat perbelanjaan modern, seperti budaya tawar-menawar dan suasana khas lorong pasar yang penuh warna.
Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Cikurubuk juga diharapkan mampu menjadi etalase produk UMKM, kerajinan tangan, kuliner khas Tasikmalaya, hingga hasil bumi lokal.
“Jika didukung sarana dan prasarana memadai, pasar ini bisa membuka peluang kerja baru dan meningkatkan omzet pedagang kecil serta pelaku UMKM,” katanya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, sejumlah strategi mulai disiapkan, di antaranya revitalisasi fisik pasar melalui perbaikan sanitasi, pencahayaan, serta penataan area pasar agar lebih aman dan nyaman tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.
Selain itu, pengelola pasar juga mendorong digitalisasi melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai dan promosi digital guna menarik wisatawan maupun pengunjung dari luar daerah.
Tak hanya itu, Pasar Cikurubuk juga direncanakan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya seperti festival kuliner malam hingga pertunjukan budaya lokal.
Transformasi pasar rakyat tersebut diharapkan mampu mengubah citra pasar tradisional bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial dan identitas budaya masyarakat Tasikmalaya.(Ryan)











