News

Kelurahan Indihiang Tata PKL Demi Keselamatan dan Ruang Publik yang Lebih Tertib

18
×

Kelurahan Indihiang Tata PKL Demi Keselamatan dan Ruang Publik yang Lebih Tertib

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, merelokasi puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan RE Martadinata, mulai dari SD Indihiang hingga Alun-alun Indihiang.

Langkah itu diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait gangguan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Lurah Indihiang Toni Kuswoyo mengatakan penataan PKL mulai dibahas sejak Mei 2026. Sebelum relokasi dilakukan, pemerintah kelurahan menggelar dialog dengan 43 pedagang yang dihadiri Camat Indihiang, unsur Kepolisian, TNI, serta perwakilan PKL.

“Kebijakan ini berawal dari laporan masyarakat. Banyak pedagang memanfaatkan bahu jalan sehingga beberapa kali terjadi kecelakaan. Karena itu kami berkoordinasi dengan camat, kepolisian, dan TNI untuk mencari solusi terbaik,” kata Toni, saat ditemui wartawan pada Selasa, 07 Juli 2026.

Sebanyak 34 PKL yang sebelumnya berjualan di depan SD Indihiang dipindahkan ke kawasan di samping Masjid Agung Indihiang, tepatnya di lokasi bekas Kantor Urusan Agama (KUA). Pemerintah berharap lokasi baru itu dapat menjadi pusat aktivitas kuliner yang lebih tertata.

Menurut Toni, proses relokasi tidak berjalan tanpa hambatan. Sejumlah pedagang menjual jenis makanan yang sama sehingga dikhawatirkan memicu persaingan. Pemerintah sempat menawarkan skema bergiliran berjualan, baik harian maupun mingguan, namun usulan tersebut tidak disepakati para pedagang.

“Karena tidak ada kesepakatan mengenai sistem bergiliran, akhirnya kami menempatkan mereka di lokasi baru di samping Masjid Agung,” ujarnya.

Penataan kawasan tersebut mulai dilaksanakan sejak 13 Juni 2026. Meski relokasi telah berjalan, pemerintah kelurahan tetap membuka ruang koordinasi dengan para pedagang untuk memastikan penataan berlangsung kondusif.

Kelurahan Indihiang menargetkan relokasi ini tidak hanya menciptakan kawasan yang lebih aman dan tertib bagi pengguna jalan, tetapi juga membangun sentra kuliner yang lebih terpusat sehingga dapat menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan para pedagang. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *