TASIK.TV | Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M, menilai pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z, masih perlu diperkuat. Hal tersebut disampaikan Ade saat menanggapi pertanyaan awak media di kediamannya.
Menurutnya, salah satu alasan generasi muda kurang tertarik pada materi wawasan kebangsaan adalah cara penyampaian yang dianggap monoton.
“Banyak yang menganggap membosankan, karena selama ini wawasan kebangsaan sering hanya disampaikan dalam bentuk hafalan tanpa pendalaman dan contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Ade.
Ia menilai pendekatan yang lebih interaktif perlu dilakukan agar nilai-nilai kebangsaan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh generasi muda.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan program edukasi yang lebih kreatif, seperti diskusi terbuka, simulasi demokrasi, hingga permainan edukatif yang mengangkat nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dan platform digital juga dinilai penting untuk menjangkau anak muda yang aktif di ruang digital.
“Konten yang menarik dan informatif tentang wawasan kebangsaan dapat disebarkan melalui media sosial. Bahkan anak muda juga perlu dilibatkan dalam proses pembuatan program tersebut agar mereka merasa memiliki dan terlibat langsung,” katanya.
Ade menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar teori atau hafalan, tetapi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Hadapi Disinformasi
Di tengah maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di era digital, Kesbangpol juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga persatuan masyarakat.
Salah satunya melalui penguatan literasi digital, yakni meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi dan memahami etika dalam berbagi konten di media sosial.
Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau penyebaran disinformasi serta memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat.
“Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya hoaks juga sangat penting. Masyarakat harus dibiasakan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya,” ujarnya.
Menurut Ade, nilai-nilai Pancasila juga perlu terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama nilai persatuan, toleransi, dan musyawarah.
Tantangan saat Pesta Demokrasi
Ade menyebutkan, salah satu tantangan terbesar bagi Kesbangpol saat pelaksanaan pesta demokrasi adalah penyebaran hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Selain itu, polarisasi politik, rendahnya literasi digital, serta penyalahgunaan media sosial oleh pihak-pihak tertentu juga dapat memengaruhi stabilitas sosial.
“Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan dapat menjadi solusi untuk menjaga keharmonisan masyarakat di tengah dinamika politik,” jelasnya.
Pengawasan Ormas Tetap Proporsional
Terkait pengawasan organisasi kemasyarakatan (ormas), Ade menegaskan bahwa pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebebasan berserikat dan pengawasan yang diperlukan.
Pengawasan dilakukan secara proporsional dengan kriteria yang jelas, serta tidak bersifat diskriminatif.
Kesbangpol juga membuka ruang kerja sama dengan masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan agar proses pengawasan berjalan transparan dan akuntabel.
Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab dalam kebebasan berserikat.
Makna Bela Negara di Era Modern
Ade juga menjelaskan bahwa konsep bela negara saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan militer, tetapi juga mencakup peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial.
Menurutnya, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya dengan aktif dalam kegiatan sosial, mengikuti organisasi kemasyarakatan, menyebarkan informasi positif di media sosial, hingga mempromosikan potensi budaya daerah.
“Partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, edukasi, maupun pelestarian budaya juga merupakan bentuk nyata bela negara di era sekarang,” pungkasnya.(Ryan)











