TASIK.TV | Warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan air untuk mandi sehari-hari.
Mereka dapat menikmati air panas alami yang mengalir langsung ke rumah masing-masing tanpa harus menggunakan pemanas air.
Desa Tanjungkerta berada di wilayah Tasikmalaya bagian utara atau timur laut dari pusat Kota Tasikmalaya. Lokasinya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ciamis dan berjarak sekitar 20 hingga 30 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang ditemui kru media, keberadaan sumber air panas alami di wilayah tersebut menjadi salah satu keistimewaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah seorang warga, Ici, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu menggunakan perangkat pemanas air modern karena sumber air panas tersedia secara alami di sekitar desa.
“Desa Tanjungkerta dikenal memiliki potensi wisata alam dan sumber air panas. Kami tidak perlu memasang solar water heater atau pemanas air tenaga surya karena di dekat desa ini terdapat sumber air panas berbentuk sumur,” kata Ici saat ditemui di Desa Tanjungkerta.
Menurut warga lainnya, Umun, air panas tersebut kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa sederhana yang memanfaatkan sumber mata air panas alami.
“Penyaluran air panas ke rumah warga biasanya memanfaatkan potensi panas bumi atau mata air panas alami melalui jaringan pipa. Air diambil dari sumbernya, kemudian disaring dan dialirkan ke permukiman untuk kebutuhan mandi dan mencuci,” ujar Umun.
Fenomena air panas yang terdapat di kawasan Tasikmalaya ini merupakan manifestasi dari aktivitas panas bumi atau geotermal yang berada di dalam struktur tanah. Panas yang terperangkap di dalam lapisan bumi kemudian muncul ke permukaan dalam bentuk mata air panas alami.
Keberadaan air panas tersebut memberikan kenyamanan tersendiri bagi warga desa, terutama saat suhu udara terasa dingin pada malam hari.
“Kalau malam hari udara dingin, kami tinggal membuka keran air panas yang sudah dipasang di kamar mandi. Rasanya seperti di hotel karena ada air panas dan air dingin,” kata Ici.
Selain memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari warga, potensi air panas alami ini juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata desa.
Penyaluran air panas langsung ke rumah warga dapat menjadi modal pengembangan homestay maupun wisata kesehatan atau wellness tourism, yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tanjungkerta di masa mendatang.(Ryan)











