News

Kendang Sunda Didekatkan ke Generasi Muda, Disporabudpar Lakukan Pembinaan

160
×

Kendang Sunda Didekatkan ke Generasi Muda, Disporabudpar Lakukan Pembinaan

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya mendorong pelestarian kendang Sunda dengan menyasar generasi muda, khususnya Gen Z.

Upaya ini dilakukan melalui pembinaan dan pengenalan langsung kepada masyarakat, termasuk lewat kegiatan komunitas dan latihan seni.

Pamong Budaya Ahli Muda Disporabudpar, Andri Candiaman, mengatakan kendang Sunda memiliki peran penting dalam berbagai kesenian tradisional.

“Kendang menjadi bagian utama dalam seni tari, karawitan, hingga padalangan. Bahkan masih relevan digunakan dalam musik modern,” ujarnya saat ditemui di sela latihan komunitas Kendangers Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, alat musik tersebut tetap diminati karena karakter suara atau timbre yang khas dan fleksibel digunakan dalam berbagai genre, termasuk dangdut dan musik kontemporer.

Andri menambahkan, minat generasi muda terhadap kendang Sunda mulai meningkat.

Hal itu terlihat dari banyaknya sekolah yang memasukkan alat musik kendang dalam kegiatan pembelajaran seni.

“Anak-anak muda sekarang mulai mengenal dan menyukai kendang, terutama melalui kegiatan di sekolah,” katanya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Disporabudpar juga terus melakukan pembinaan sumber daya manusia di bidang seni tradisional.

Salah satunya dengan mendukung kegiatan komunitas, sanggar seni, serta memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk berkreasi dan tampil.

Menurut Andri, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin seni kendang tetap hidup dan berkembang melalui dukungan kepada komunitas dan para praktisinya,” ujarnya.

Pemkot Tasikmalaya menilai kendang Sunda sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai identitas dan mampu menjadi pemersatu masyarakat.

Dengan berbagai program pembinaan, diharapkan kesenian ini tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal luas, termasuk oleh generasi muda.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *