TASIK.TV | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar pasanggiri pencak silat di kawasan wisata Gunung Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Sabtu-Minggu (11–12/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) sebagai upaya melestarikan budaya lokal.
Sebanyak 15 padepokan ikut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menjaga dan mengembangkan kegiatan kebudayaan.
Menurutnya, pencak silat merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.
“Pelibatan anak-anak penting agar mereka memiliki kepedulian terhadap budaya sejak dini,” ujar Cecep.
Ia juga menyebut pemilihan lokasi di kawasan Galunggung bertujuan menghidupkan kembali tradisi pencak silat buhun sekaligus mendorong daya tarik wisata daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan Memory of Galunggung yang mengangkat nilai sejarah dan budaya lokal.
Selain pelestarian budaya, Cecep juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan di kawasan tersebut.
“Galunggung adalah sumber kehidupan, sehingga budaya dan alam harus dijaga bersama,” katanya.
Ke depan, Pemkab Tasikmalaya berencana mengembangkan kolaborasi kegiatan budaya dengan berbagai pihak, termasuk BUMD, BUMN, serta event olahraga dan wisata.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Wandi Herpiandi mengatakan kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda.
Ia mendorong pencak silat dapat terus dikembangkan melalui sanggar, padepokan, maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Selain menjaga budaya, pencak silat juga bermanfaat untuk membangun karakter dan kesehatan anak,” ujarnya.









