News

Diky Candra Apresiasi Karya Warga Binaan Lapas Tasikmalaya di Hari Bakti Pemasyarakatan

15
×

Diky Candra Apresiasi Karya Warga Binaan Lapas Tasikmalaya di Hari Bakti Pemasyarakatan

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya menggelar tasyakuran sebagai puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara.

Peringatan HBP tahun ini mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan sejak pertengahan April 2026.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain pengobatan gratis bagi masyarakat, penyaluran bantuan sosial ke panti asuhan, hingga penyelenggaraan turnamen olahraga internal. Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Diky Candra menyampaikan apresiasi atas berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat pemberdayaan.

Hal tersebut, kata dia, terlihat dari berbagai produk hasil karya warga binaan yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya adalah produk kopi yang kini telah dipasarkan dan menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Kota Tasikmalaya.

“Ini sangat luar biasa. Ada pemberdayaan yang benar-benar nyata. Produk kopi karya warga binaan bahkan sudah masuk ke hotel-hotel. Ini menunjukkan hasil pembinaan yang sangat baik,” ujar Diky.

Tak hanya fokus pada warga binaan, program pemberdayaan juga menyasar keluarga mereka. Salah satunya melalui bantuan gerobak usaha bagi istri warga binaan agar tetap memiliki sumber penghasilan.

Menurut Diky, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan konkret agar keluarga warga binaan tetap produktif. Dengan demikian, saat masa pidana berakhir, para warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik.

“Harapannya, ketika mereka bebas nanti, mereka sudah siap untuk berkarya dan menjalani kehidupan yang lebih positif,” katanya.

Di sisi lain, Diky juga menyoroti kondisi Lapas Tasikmalaya yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait aspek kelayakan hunian bagi para warga binaan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut dia, terbuka untuk menjalin komunikasi apabila terdapat rencana relokasi atau pembangunan fasilitas baru guna mengatasi kepadatan penghuni lapas.

“Jika ada lahan yang dianggap layak dan sesuai kebutuhan oleh pihak Lapas, saya siap mendorong usulan itu kepada Wali Kota. Kami mendukung solusi terbaik demi kemanusiaan dan kenyamanan warga binaan,” tegasnya.

Acara tasyakuran ditutup dengan pameran produk UMKM hasil karya warga binaan. Pameran tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menghalangi kreativitas, produktivitas, serta kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *