News

Harga Beras Premium di Tasikmalaya Tembus Rp17 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Mengeluh

20
×

Harga Beras Premium di Tasikmalaya Tembus Rp17 Ribu per Kilogram, Warga Mulai Mengeluh

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV – Harga beras di sejumlah pasar tradisional dan warung eceran di Kota Tasikmalaya terus menunjukkan tren kenaikan. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

Di tingkat eceran, harga beras premium kini mencapai Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram. Sementara di pasar tradisional, beras dengan kualitas yang sama dijual pada kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Salah seorang warga Kampung Sampongpari, Kecamatan Mangkubumi, Toto (60), mengaku harga beras hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan meski sebagian petani di sejumlah wilayah tengah memasuki masa panen.

“Harga beras masih tinggi. Di pasar sekitar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram, sedangkan di warung bisa mencapai Rp16 ribu hingga Rp17 ribu untuk beras premium,” ujar Toto, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga beras tidak terlepas dari meningkatnya harga gabah di tingkat petani. Saat ini, harga gabah kering giling (GKG) berada pada kisaran Rp8.700 hingga Rp9.000 per kilogram, sedangkan gabah kering panen atau gabah kering pungut (GKP) mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram.

Meski harga beras terus naik, Toto menilai kualitas yang diterima konsumen tidak selalu sebanding dengan harga yang dibayarkan. Ia mengaku masih menemukan beras dengan kualitas kurang baik meski dijual dengan harga relatif tinggi.

“Ada juga beras yang harganya cukup mahal, tapi kualitasnya kurang bagus, warnanya kusam dan kadang berbau apek saat dimasak,” katanya.

Hal senada disampaikan pemilik usaha penggilingan padi atau heleran, Engkus. Menurutnya, kenaikan harga beras saat ini dipicu berkurangnya pasokan gabah dari petani karena sebagian besar lahan pertanian sudah memasuki masa tanam.

“Stok gabah sekarang tidak sebanyak saat musim panen raya. Banyak petani yang sudah mulai mengolah lahan dan menanam kembali, sehingga pasokan gabah berkurang,” ujarnya.

Engkus menjelaskan, tingginya harga gabah secara otomatis berpengaruh terhadap biaya produksi beras. Akibatnya, harga jual beras di tingkat pasar maupun warung ikut mengalami kenaikan.

Saat ini, harga gabah kering giling berada di kisaran Rp8.700 hingga Rp9.000 per kilogram. Sementara gabah kering pungut diperdagangkan sekitar Rp7.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat harga beras premium di pasaran masih bertahan pada level tinggi.

“Beras premium di pasar umumnya dijual antara Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Kalau di warung eceran bisa lebih mahal, bahkan mencapai Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram,” jelasnya.

Masyarakat berharap harga beras dapat kembali stabil dalam beberapa waktu ke depan, terutama setelah musim panen berikutnya berlangsung lebih merata. Sebab, kenaikan harga bahan pokok yang berkepanjangan dikhawatirkan akan semakin menekan daya beli warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *