News

Jelang Nataru, Polres Tasikmalaya Kota Perketat Pengamanan di Jalur Gentong

169
×

Jelang Nataru, Polres Tasikmalaya Kota Perketat Pengamanan di Jalur Gentong

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan di jalur nasional Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi lonjakan arus kendaraan saat perayaan Natal dan Tahun Baru, mengingat kawasan tersebut kerap menjadi titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk Rozi mengatakan, Tanjakan Gentong menjadi salah satu fokus utama pengamanan karena perannya yang krusial sebagai penghubung wilayah Garut dan Tasikmalaya. Menurut dia, pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut harus dilakukan secara optimal agar arus kendaraan tetap tertib dan lancar.

“Tentunya kami memiliki satu lokasi yang menjadi perhatian utama, yakni Tanjakan Gentong, agar arus lalu lintas dapat berjalan tertib dan lancar,” ujar Faruk di Tasikmalaya, Sabtu.

Dalam rangka Operasi Lilin Lodaya, Polres Tasikmalaya Kota telah menyiapkan personel gabungan yang akan disiagakan hingga 2 Januari 2026. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama pada jalur nasional yang selama ini dikenal rawan kepadatan kendaraan.

Wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota mencakup jalur Gentong di Kecamatan Kadipaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas kerap terjadi saat arus balik dari Tasikmalaya menuju Garut, khususnya setelah masa libur sekolah.

Selain menjadi jalur penghubung antardaerah, Gentong juga merupakan akses utama menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah Priangan Timur, seperti Pantai Pangandaran dan kawasan wisata Gunung Galunggung. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan meningkat signifikan saat musim liburan.

Faruk memperkirakan lonjakan arus lalu lintas akan semakin terasa karena libur Natal dan Tahun Baru tahun ini bertepatan dengan libur sekolah. Ia menyebut masyarakat dari luar daerah, termasuk dari Bandung dan sekitarnya, diprediksi akan memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan perjalanan wisata.

“Momentum Natal dan Tahun Baru ini bertepatan dengan libur sekolah, sehingga diperkirakan akan banyak masyarakat dari luar daerah yang datang untuk berwisata,” katanya.

Tidak hanya persoalan kemacetan, kepolisian juga mewaspadai potensi bencana alam di wilayah Tasikmalaya yang dapat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Untuk itu, Polres Tasikmalaya Kota bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan risiko gangguan.

Faruk menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan selama periode libur akhir tahun. Ia optimistis koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Potensi bencana alam memang cukup tinggi, tetapi dengan sinergi yang baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, kami optimistis setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *