News

KPAID Kab.Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Karakter dan Kearifan Lokal bagi Pelajar

123
×

KPAID Kab.Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Karakter dan Kearifan Lokal bagi Pelajar

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing terus diperkuat di Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui kegiatan Seminar Literasi Pendidikan Karakter dan Sosialisasi Pembuatan Buku Karya Pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026, para pelajar diajak untuk memperkuat nilai-nilai moral, integritas, serta kearifan lokal sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan yang mengusung tema “Gapura Rasa, Waluya Karsa: Menanam Karakter, Menuai Karya, Menuju Generasi Waluya” ini digelar di Aula Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/4/2026).

Acara tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Literasi Pelajar Kabupaten Tasikmalaya (GERLIP), sekaligus upaya pencegahan berbagai persoalan remaja seperti kenakalan, tawuran, perundungan, hingga penyalahgunaan teknologi.

Salah satu narasumber dalam kegiatan ini, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang tangguh.

Menurutnya, siswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki identitas diri yang kuat, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

“Karakter anak dibentuk oleh banyak faktor, mulai dari keluarga, pendidikan, lingkungan pergaulan, hingga potensi bawaan sejak lahir. Karena itu, pembinaan karakter harus dilakukan secara bersama-sama oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Ato.

Ia menjelaskan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, para pelajar saat ini memiliki banyak kelebihan, seperti lebih percaya diri, kreatif, inovatif, dan cepat beradaptasi dengan perkembangan digital.

Namun, di sisi lain, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh tren negatif, kecanduan gawai, berkurangnya komunikasi langsung, hingga ancaman perundungan, baik secara langsung maupun di dunia maya.

Ato mengingatkan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, para pelajar perlu dibekali kemampuan memilih pergaulan yang sehat, menggunakan teknologi secara bijak, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, sopan santun, menghormati guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus tumbuh dengan aman, belajar dengan nyaman, dan berkembang dengan karakter yang baik. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ato berharap, melalui seminar ini, para pelajar di Kabupaten Tasikmalaya mampu menjadi generasi yang tidak hanya literat dan berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, serta ketahanan diri dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital.

“Kami ingin anak-anak Tasikmalaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai budaya daerahnya, serta mampu menghasilkan karya-karya yang membanggakan. Hari ini kita jaga anak, esok anak yang akan menjaga kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *