News

Lurah Panyingkiran Edukasi Warga Pilah Sampah, dari Organik hingga Limbah B3

75
×

Lurah Panyingkiran Edukasi Warga Pilah Sampah, dari Organik hingga Limbah B3

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Program kebersihan lingkungan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus bergulir hingga tingkat daerah. Salah satunya melalui Gerakan Senin Berseka (Bersih-Bersih Sekitar Kita), sebuah inovasi yang mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Semangat gerakan tersebut turut diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk di Kota Tasikmalaya. Di Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, kegiatan serupa rutin dilaksanakan melalui program Jumat Bersih (Jumsih) yang melibatkan partisipasi aktif warga.

Pada Jumat 24 April 2026, warga Kelurahan Panyingkiran kembali bergotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Jalan RE Martadinata. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lurah Panyingkiran, Maman Permana.

Dalam kesempatan itu, Maman menekankan pentingnya kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, pengelolaan sampah rumah tangga yang baik menjadi langkah awal dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Pemilahan sampah harus dimulai dari rumah. Limbah rumah tangga merupakan limbah domestik yang berasal dari aktivitas sehari-hari, seperti memasak, mencuci, hingga kegiatan lainnya. Limbah ini terdiri atas limbah padat maupun cair,” kata Maman di sela kegiatan Jumat Bersih.

Ia menjelaskan, sampah rumah tangga memiliki berbagai jenis yang perlu dipisahkan sesuai kategorinya. Sampah organik meliputi sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan. Sementara sampah anorganik mencakup plastik, kertas, botol, kaleng, hingga styrofoam.

Selain itu, terdapat limbah cair seperti air bekas mencuci, deterjen, air mandi, dan limbah toilet. Tak kalah penting, masyarakat juga diminta mewaspadai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga.

“Limbah B3 rumah tangga seperti baterai bekas, cairan pembasmi nyamuk, pembersih lantai, hingga aki bekas harus diperlakukan secara khusus karena berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Maman menilai, kesadaran masyarakat Kelurahan Panyingkiran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat. Hal itu terlihat dari antusiasme dan kekompakan warga yang rutin mengikuti kegiatan Jumat Bersih.

Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan manfaat besar, baik bagi lingkungan maupun perekonomian keluarga.

“Untuk memulai, masyarakat cukup menyiapkan tiga wadah, bisa berupa plastik, karung, atau ember. Masing-masing digunakan untuk sampah organik, anorganik, dan residu,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomi atau dijual kembali.

“Sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali, didaur ulang menjadi karya yang bernilai ekonomi, bahkan dapat menambah penghasilan masyarakat,” pungkasnya.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *