News

Bakar Sampah Berujung Petaka, Dua Kebakaran Terjadi di Kota Tasikmalaya

574
×

Bakar Sampah Berujung Petaka, Dua Kebakaran Terjadi di Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Kebiasaan membakar sampah untuk membersihkan pekarangan berujung kebakaran di dua lokasi di Kota Tasikmalaya. Api yang semula berasal dari pembakaran dedaunan dan sampah itu merembet setelah ditinggalkan pemiliknya.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Gunung Mareme, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Selasa, 11 Agustus 2026. Api bermula dari tumpukan daun kering dan sampah yang dibakar warga. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar.

Warga yang mengetahui api mulai merembet kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya untuk penanganan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan kejadian serupa kembali terjadi di Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari.

“Di Gunung Mareme itu kebakaran yang pertama. Kebakaran kedua di Jalan Letnan Harun berasal dari lahan kering dan sampah,” kata Budi, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Budi, kedua kejadian tersebut memiliki pola serupa. Api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan tanpa memastikan api benar-benar padam.

Budi meminta warga menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, terutama saat musim kemarau. Rumput, dedaunan, dan ranting yang mengering membuat api mudah merambat. Tiupan angin juga dapat membawa bara ke permukiman atau lahan di sekitarnya.

“Jangan sembarangan membakar, apalagi di musim kemarau seperti ini,” ujarnya.

Selain memicu kebakaran, pembakaran sampah juga menimbulkan persoalan kesehatan. Asap dari sampah, terutama plastik dan bahan kotor lainnya, dapat mencemari udara dan mengganggu pernapasan warga.

Budi mengimbau masyarakat memilih membuang sampah pada tempatnya daripada membakarnya. Menurut dia, langkah sederhana itu dapat mengurangi risiko kebakaran sekaligus menjaga kualitas udara.

“Udara bersih membuat tetangga dan anak-anak bisa bernapas dengan sehat. Jaga keselamatan lingkungan dan alam kita dari bahaya api musim kemarau,” kata Budi. (Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *