News

Harumkan Nama Kota Tasikmalaya di Kejuaraan Internasional, Dua Atlet Ligar Kencana Siap Bertarung di Jakarta

402
×

Harumkan Nama Kota Tasikmalaya di Kejuaraan Internasional, Dua Atlet Ligar Kencana Siap Bertarung di Jakarta

Sebarkan artikel ini

TASIK.TV | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet pencak silat asal Kota Tasikmalaya. Dua pesilat muda binaan Padepokan PAS Trah Karsid, Kelurahan Sambong Tengah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Pencak Silat Kasau Championship Kontingen Istimewa yang akan digelar di Jakarta International Velodrome pada 19-21 Juni 2026.

Kedua atlet tersebut adalah Ratu Aulia Anggraeni dan Muhammad Fadhil. Mereka dipilih setelah menunjukkan performa terbaik dalam sejumlah kejuaraan, termasuk ajang pencak silat yang berlangsung di Bandung pada 19 April 2026 lalu.

Pembina Padepokan PAS Trah Karsid, Ari Kusnandar, mengatakan kedua atlet tersebut merupakan bagian dari 10 pesilat yang sebelumnya sukses mengharumkan nama Tasikmalaya dalam kejuaraan yang diikuti peserta dari 12 provinsi serta tiga negara, yakni Malaysia, Filipina, dan Thailand.

“Kami sangat bangga karena dari 10 atlet yang kami kirim dalam kejuaraan sebelumnya, dua atlet terbaik kini mendapat kesempatan tampil di Pencak Silat Kasau Championship Kontingen Istimewa di Jakarta.

Ini tentu menjadi pencapaian yang luar biasa bagi atlet maupun padepokan,” kata Ari kepada awak media di tempat latihan Padepokan Ligar Kencana, Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Ari, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan orang tua yang selama ini konsisten mendampingi proses pembinaan.

Meski demikian, Ari berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat memberikan dukungan kepada para atlet sebelum mereka bertolak ke Jakarta.

Dukungan tersebut dinilai penting sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi atlet yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional.

“Ratu Aulia Anggraeni dan Muhammad Fadhil akan mewakili Padepokan Ligar Kencana PAS Trah Karsid. Kami berharap sebelum keberangkatan mereka ke Jakarta ada dukungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, baik berupa motivasi maupun bentuk perhatian lainnya. Bagaimanapun mereka akan membawa nama baik Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Ari menilai selama ini padepokan pencak silat telah berperan aktif dalam membina generasi muda melalui olahraga sekaligus seni budaya warisan bangsa. Namun, berbagai keterbatasan masih menjadi tantangan dalam proses pembinaan atlet.

“Kami meminta dukungan kepada pemerintah guna memaksimalkan fungsi pembinaan generasi muda melalui seni bela diri pencak silat. Selama ini padepokan bergerak secara mandiri membina karakter disiplin, tangguh, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa minimnya fasilitas latihan dan keterbatasan anggaran operasional sering menjadi kendala dalam mengembangkan potensi atlet-atlet muda yang memiliki bakat dan prestasi.

Menurutnya, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan benteng moral generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

“Pencak silat adalah identitas bangsa yang harus kita rawat bersama. Kami memohon kepada pemerintah untuk hadir memberikan dukungan nyata, baik berupa bantuan fasilitas latihan yang layak, peningkatan kapasitas pelatih, maupun dukungan pendanaan untuk penyelenggaraan turnamen dan pembinaan atlet usia dini. Dengan sinergi yang baik, akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional,” tegas Ari.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan program-program yang menyentuh langsung perguruan silat di tingkat akar rumput. Menurutnya, banyak potensi atlet muda di Kota Tasikmalaya yang dapat berkembang lebih jauh apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang memadai.

“Kami tidak ingin potensi besar yang dimiliki para pesilat muda lokal terbuang sia-sia. Mereka perlu diarahkan ke jalur yang positif dan diberikan kesempatan untuk berkembang. Prestasi yang diraih hari ini menjadi bukti bahwa anak-anak Tasikmalaya mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Keikutsertaan Ratu Aulia Anggraeni dan Muhammad Fadhil dalam Kasau Championship 2026 di Jakarta diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet-atlet pencak silat berprestasi dari Kota Tasikmalaya sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pesilat muda di Jawa Barat.(Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *